Pada 4 Februari 2026, siswa SDN Tunjungsekar 1 Malang mengikuti kegiatan pembelajaran di Kampung Coklat yang dirancang sebagai sarana belajar berbasis pengalaman. Kegiatan ini...
Pada 4 Februari 2026, TK Pertiwi Jombang mengikuti kegiatan edukasi di Kampung Coklat dengan menerapkan konsep Pembelajaran Mendalam. Kegiatan ini dirancang agar anak-anak memperoleh pengalaman belajar secara langsung melalui rangkaian aktivitas yang menyenangkan, interaktif, dan sesuai dengan dunia anak usia dini.
Tahap memahami diawali dengan kunjungan ke area Tani Modern. Anak-anak dikenalkan pada tanaman kakao, mulai dari bentuk tanaman, buah kakao, hingga proses sederhana penanaman biji kakao. Anak-anak juga mengamati buah kakao yang telah matang dan melihat proses membuka buah kakao untuk mengetahui isi di dalamnya. Melalui pengamatan langsung ini, anak-anak mulai memahami bahwa cokelat berasal dari tanaman kakao.
Tahap memahami berlanjut di area Cooking Class. Anak-anak diperkenalkan dengan bahan dan peralatan yang digunakan dalam pengolahan cokelat. Penyampaian dilakukan dengan bahasa sederhana dan penuh interaksi, sehingga anak-anak dapat mengikuti setiap penjelasan dengan rasa ingin tahu yang tinggi.
Memasuki tahap mengaplikasi, anak-anak diajak untuk terlibat langsung dalam kegiatan praktik. Mereka mencoba menanam biji kakao pada media tanam yang telah disiapkan, membuka buah kakao bersama-sama, serta mencicipi daging buah kakao. Di Cooking Class, anak-anak berkreasi menghias cokelat sesuai dengan imajinasi masing-masing dan menikmati sensasi mencicipi cokelat dari chocolate fountain.
Pada tahap merefleksi, anak-anak diajak untuk mengingat kembali rangkaian kegiatan yang telah dilakukan. Melalui obrolan ringan dan tanya jawab sederhana, anak-anak menyampaikan kesan serta pengalaman yang paling berkesan selama mengikuti kegiatan edukasi di Kampung Coklat.
Kegiatan edukasi berbasis Pembelajaran Mendalam ini memberikan kesempatan bagi TK Pertiwi Jombang untuk menghadirkan proses belajar yang menyenangkan, menumbuhkan rasa ingin tahu, serta membangun pengalaman belajar yang tidak hanya dipahami, tetapi juga dirasakan dan diingat oleh anak-anak.





