Pada 12 Maret 2026, siswa-siswi SDI Nurul Fikri mengikuti kegiatan Pondok Ramadan dengan penuh semangat dan antusias. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai sarana pembinaan karakter...
Siswa-siswi UPT SDN Kalitengah 4 Blitar mengikuti kegiatan Edukasi Manasik Haji di Kampung Coklat pada 11 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi sarana pembelajaran praktik bagi para siswa untuk mengenal dan memahami rangkaian ibadah haji dengan cara yang menyenangkan, interaktif, dan mudah dipahami.
Kegiatan diawali dengan proses check in di Pintu 1 Kampung Coklat sebelum seluruh peserta diarahkan berkumpul untuk mendapatkan arahan dari tim edukasi. Dalam kegiatan ini, para siswa didampingi oleh tim pemandu dan muthowwif yang memandu jalannya manasik agar setiap tahapan dapat dipahami dengan baik.
Rangkaian manasik dimulai dengan miqot sebagai simbol dimulainya ibadah haji. Pada tahap ini para siswa diajak memahami pentingnya niat dalam setiap ibadah yang dilakukan. Setelah itu peserta bergerak menuju area Taman Edel untuk melaksanakan thawaf dengan mengelilingi replika Ka’bah sambil dipandu oleh tim edukasi.
Setelah menyelesaikan thawaf, kegiatan dilanjutkan dengan sa’i di area Taman TM. Para siswa berjalan bolak-balik mengikuti simbol perjalanan antara Bukit Shafa dan Marwah. Melalui kegiatan ini, siswa diperkenalkan pada kisah perjuangan Siti Hajar yang penuh kesabaran dan keteguhan dalam mencari air untuk putranya.
Usai melaksanakan sa’i, peserta kemudian melaksanakan sholat dhuha berjamaah di serambi masjid yang dipimpin oleh ustaz pembimbing. Kegiatan ini menjadi momen untuk menanamkan kebiasaan ibadah serta kebersamaan dalam melaksanakan sholat berjamaah.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan wukuf di area serambi masjid. Pada sesi ini para siswa diajak memahami bahwa wukuf merupakan inti dari ibadah haji, yaitu waktu untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.
Selanjutnya para peserta mempraktikkan prosesi melontar jumrah di area Patung Kakao Taman TM. Dengan menggunakan batu kerikil yang telah disiapkan, para siswa melakukan simbol melempar godaan setan sebagai bentuk tekad untuk menjauhi perbuatan buruk.
Setelah itu kegiatan dilanjutkan dengan tahallul sebagai tanda bahwa rangkaian ibadah haji telah selesai. Para siswa dikenalkan makna tahallul sebagai simbol kembali kepada kesucian dan menyelesaikan rangkaian ibadah dengan penuh keikhlasan.
Kegiatan Edukasi Manasik Haji kemudian ditutup dengan kebersamaan di area Free Area Kampung Coklat. Melalui kegiatan ini, para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan tentang rukun Islam kelima, tetapi juga merasakan langsung pengalaman praktik manasik haji yang edukatif dan menyenangkan.
Program Edukasi Manasik Haji di Kampung Coklat diharapkan dapat menjadi pengalaman belajar yang berkesan bagi para siswa, sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, serta semangat beribadah sejak usia dini.





