Belajar Rukun Islam Kelima Sejak Dini Melalui Edukasi Manasik Haji di Kampung Coklat

Berita Education

Sebanyak 42 siswa didampingi 7 guru dari TK Trisula 1 dan TK PKK 2 Sentul mengikuti kegiatan Edukasi Manasik Haji di Kampung Coklat pada Jumat, 6 Maret 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran praktik agar anak-anak dapat mengenal rukun dan rangkaian ibadah haji sejak dini dengan cara yang menyenangkan dan mudah dipahami.

Peserta melakukan check in pada pukul 08.00 di Pintu 1 Kampung Coklat sebelum memulai rangkaian kegiatan manasik. Setelah berkumpul, para siswa diarahkan untuk mengenakan perlengkapan manasik dan mendapatkan pendampingan dari tim edukasi serta muthowwif yang memandu jalannya kegiatan.

Rangkaian manasik dimulai dengan miqot sebagai simbol niat memulai ibadah haji. Anak-anak diajak memahami makna niat dan kesiapan hati sebelum melaksanakan ibadah. Setelah itu peserta bergerak menuju area Taman Edel untuk melaksanakan thawaf, yaitu mengelilingi replika Ka’bah sambil dipandu oleh tim edukasi agar anak-anak memahami makna kebersamaan dan ketaatan dalam beribadah.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sa’i di area Taman Tani Modern, di mana para peserta berjalan bolak-balik mengikuti simbol perjalanan antara Bukit Shafa dan Marwah. Melalui kegiatan ini anak-anak dikenalkan pada kisah keteladanan Siti Hajar yang penuh kesabaran dan keikhlasan.

Setelah menyelesaikan sa’i, peserta melaksanakan sholat dhuha berjamaah di serambi masjid dengan dipimpin oleh ustaz pembimbing. Momen ini menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar tata cara sholat berjamaah sekaligus menanamkan kebiasaan ibadah sejak usia dini.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan wukuf yang dilakukan di area serambi masjid. Di sesi ini peserta diajak memahami bahwa wukuf merupakan inti dari ibadah haji, sekaligus momen untuk berdoa dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Setelah itu anak-anak melakukan prosesi melontar jumrah di area Patung Kakao Taman TM. Dengan menggunakan batu kerikil yang telah disiapkan, peserta mempraktikkan simbol melempar godaan setan sebagai bentuk tekad untuk menjauhi perbuatan buruk.

Tahapan berikutnya adalah tahallul yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian ibadah haji. Anak-anak dikenalkan makna tahallul sebagai simbol kesucian dan kembali kepada fitrah setelah menyelesaikan rangkaian ibadah.

Kegiatan manasik kemudian ditutup dengan sesi kebersamaan di area Free Area Kampung Coklat. Melalui paket edukasi manasik haji ini, para siswa tidak hanya belajar secara teori, tetapi juga merasakan langsung simulasi ibadah haji secara runtut dan menyenangkan. Program Edukasi Manasik Haji di Kampung Coklat menjadi salah satu sarana pembelajaran islami yang interaktif bagi anak-anak. Dengan pendekatan praktik langsung, peserta dapat memahami makna setiap rangkaian ibadah haji sekaligus menanamkan nilai-nilai keimanan, kedisiplinan, dan kebersamaan sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts