Kolaborasi Tiga Paket Edukasi: Pengalaman Pembelajaran Mendalam Pondok Pesantren Nashrussunnah Madiun di Kampung Coklat

Berita Education

Kegiatan edukasi berbasis pembelajaran mendalam di Kampung Coklat pada Kamis, 2 April 2026 berlangsung secara istimewa dengan kehadiran Pondok Pesantren Nashrussunnah Madiun yang mengambil tiga paket edukasi sekaligus. Pelaksanaan ini menjadi gambaran nyata bagaimana konsep pembelajaran dapat dirancang secara terintegrasi, sistematis, dan menyeluruh, meskipun melibatkan jumlah peserta yang besar serta kebutuhan kegiatan yang beragam.

Sejak awal kedatangan, seluruh peserta diarahkan untuk melakukan check in di Pintu 1 sebagai titik awal koordinasi. Dengan pembagian kelompok yang sudah tertata, kegiatan kemudian dimulai dengan field trip di area Kampung Coklat. Pada tahap ini, peserta mendapatkan pengenalan umum mengenai lingkungan dan gambaran besar proses yang akan mereka pelajari secara lebih mendalam di sesi berikutnya. Field trip ini menjadi fondasi penting agar peserta memiliki konteks sebelum masuk ke praktik langsung.

Kelompok pertama dari tingkat SD dengan jumlah 126 peserta mengikuti paket edukasi pembelajaran mendalam yang berfokus pada pengalaman dasar namun komprehensif. Para peserta diajak menuju area Tani Modern untuk melakukan praktik pembibitan sekaligus menanam bibit kakao secara langsung. Aktivitas ini dirancang agar peserta tidak hanya melihat, tetapi benar-benar terlibat dalam proses awal budidaya tanaman kakao. Kegiatan dilanjutkan dengan membuka buah kakao dan mencicipinya, memberikan pengalaman sensorik yang memperkuat pemahaman mereka terhadap bahan baku cokelat.

Setelah itu, peserta diajak berkeliling ke pabrik cokelat untuk melihat secara langsung mesin-mesin yang digunakan dalam proses pengolahan cokelat. Kemudian para peserta diarahkan ke Cooking Class untuk praktik menghias cokelat dan mencicipi cokelat fountain. Para peserta juga dibagikan minuman cokelat yang sudah disiapkan. Rangkaian kegiatan ini menunjukkan transformasi kakao dari bahan mentah hingga menjadi produk olahan sederhana. Seluruh proses ditutup dengan sesi membaur di free area, yang menjadi momen relaksasi sekaligus ruang interaksi sosial antar peserta.

Kelompok kedua dengan jumlah 73 peserta mengikuti paket edukasi pembelajaran mendalam Fun Cooking yang berfokus pada pembuatan minuman cokelat di Theobromine Hall. Setelah mengikuti alur awal berupa check in, field trip, dan sesi mencicipi cokelat di Cooking Class, peserta diarahkan menuju hall untuk praktik utama. Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil agar setiap individu mendapatkan kesempatan praktik secara optimal.

Pada sesi ini, peserta mempelajari proses pembuatan minuman cokelat mulai dari pengenalan bahan, teknik pencampuran, hingga penyajian. Pendekatan pembelajaran yang digunakan menekankan pada keterlibatan aktif, sehingga peserta tidak hanya mengikuti instruksi, tetapi juga memahami proses di balik setiap tahapan. Kegiatan ini juga mengasah kerja sama tim, ketelitian, serta kreativitas dalam mengolah produk.

Sementara itu, kelompok ketiga dari tingkat SMP dengan jumlah 128 peserta mengikuti paket edukasi pembelajaran mendalam yang lebih luas cakupannya. Setelah check in dan field trip, peserta langsung menuju Tani Modern untuk melakukan praktik pembibitan dan menanam bibit kakao. Di lokasi yang sama, mereka juga melakukan kegiatan membuka buah kakao dan mencicipinya, sehingga pengalaman belajar tetap terpusat dan terintegrasi.

Berbeda dari pendekatan observasi semata, materi mengenai perawatan tanaman kakao hingga penjemuran disampaikan langsung di area Tani Modern. Hal ini memungkinkan peserta memahami seluruh proses dalam satu rangkaian yang utuh. Dengan demikian, alur pembelajaran menjadi lebih efektif dan mudah dipahami karena peserta melihat keterkaitan antar proses secara langsung.

Setelah memahami tahap budidaya dan pascapanen secara konseptual, peserta melanjutkan kegiatan ke Cooking Class untuk mencicipi cokelat sebagai bentuk pengenalan hasil olahan. Kegiatan kemudian ditutup dengan praktik membuat minuman cokelat di Trinit Hall, yang menjadi puncak pengalaman belajar karena peserta mengolah produk secara mandiri. Sebagai penutup, peserta menikmati sate buah dan minuman cokelat hasil praktik sebelum kembali membaur di free area.

Pelaksanaan tiga paket edukasi dalam satu waktu ini menunjukkan bagaimana pembelajaran mendalam dapat diimplementasikan secara fleksibel namun tetap terstruktur. Setiap kelompok memiliki alur yang disesuaikan dengan tingkat dan fokus pembelajaran, namun tetap berada dalam satu benang merah yang sama, yaitu memahami proses kakao dari hulu hingga hilir.

Melalui kegiatan ini, Pondok Pesantren Nashrussunnah Madiun tidak hanya memberikan pengalaman rekreasi edukatif kepada para peserta, tetapi juga menghadirkan pembelajaran kontekstual yang menggabungkan aspek pengetahuan, keterampilan, dan pengalaman langsung. Kampung Coklat kembali menjadi ruang belajar alternatif yang mampu menjembatani teori dan praktik dalam suasana yang menyenangkan dan berkesan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts