Pada 31 Januari 2026, siswa-siswi SMAN 1 Gondanglegi Malang melaksanakan kegiatan edukasi industri cokelat di Kampung Coklat. Program ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual berbasis...
Kegiatan edukasi pembelajaran mendalam bersama MA Daarus Salam Bantur Malang yang dilaksanakan pada 28 Januari 2026 di Kampung Coklat menjadi pengalaman belajar kontekstual yang mengajak peserta memahami proses pengolahan kakao secara utuh. Pembelajaran dirancang tidak hanya berfokus pada praktik, tetapi juga membangun pemahaman dan refleksi melalui tahapan belajar yang terstruktur
Pada tahap Memahami, peserta diajak memulai pembelajaran di area Tani Modern. Di area ini, peserta memperoleh penjelasan mengenai pembibitan tanaman kakao, mulai dari proses pemilihan biji kakao yang baik, pengenalan media tanam yang digunakan, hingga cara menanam biji kakao dengan teknik yang benar agar dapat tumbuh optimal. Peserta juga dikenalkan pada berbagai jenis buah kakao, ciri khas masing-masing buah, serta cara memetik dan membuka buah kakao dengan tepat. Pembelajaran berlanjut di Cooking Class, di mana peserta diajak memahami bahan-bahan utama dalam pembuatan brownies cokelat, fungsi setiap bahan, serta keterkaitannya terhadap tekstur dan rasa brownies yang dihasilkan.
Memasuki tahap Mengaplikasi, peserta diarahkan ke Theobromine Hall untuk mengikuti praktik pembuatan kue brownies cokelat. Dengan pendampingan pemandu profesional Kampung Coklat, peserta mempraktikkan proses pembuatan brownies mulai dari menyiapkan bahan, mencampur adonan dengan takaran yang sesuai, hingga proses pengolahan adonan sebelum dikukus. Kegiatan praktik ini melatih ketelitian, kerja sama, serta kemampuan peserta dalam menerapkan pemahaman yang telah diperoleh pada tahap sebelumnya ke dalam aktivitas nyata.
Pada tahap Merefleksi, peserta diajak merefleksikan seluruh rangkaian pembelajaran melalui penghitungan HPP (Harga Pokok Penjualan) dari produk brownies cokelat yang telah dibuat. Melalui sesi ini, peserta memahami hubungan antara bahan baku, proses produksi, dan nilai ekonomis sebuah produk. Refleksi ini membantu peserta melihat praktik pembuatan brownies tidak hanya sebagai kegiatan memasak, tetapi juga sebagai bagian dari pembelajaran kewirausahaan yang aplikatif.
Melalui pembelajaran mendalam ini, peserta MA Daarus Salam Bantur Malang mendapatkan pengalaman belajar yang menyeluruh, mulai dari mengenal kakao sebagai bahan dasar, mengolahnya menjadi produk brownies cokelat, hingga merefleksikan nilai ekonomi dan proses pembelajaran yang telah dijalani. Kampung Coklat menghadirkan ruang belajar yang kontekstual, bermakna, dan mendukung penguatan kompetensi peserta secara holistik.





