Siswa-siswi SMP Sepuluh November Sidoarjo mengikuti kegiatan edukasi industri cokelat di Kampung Coklat pada 2 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman...
Pada 18 Desember 2025, siswa SMAS Mardi Utomo Tarokan Kediri melaksanakan kegiatan edukasi berbasis Pembelajaran Mendalam di Kampung Coklat. Program ini dirancang sebagai pengalaman belajar kontekstual yang mengajak siswa terlibat aktif melalui tiga pilar utama pembelajaran, yaitu Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleks, sehingga proses belajar tidak hanya dipahami, tetapi juga dialami secara nyata.
Tahap Memahami dimulai saat siswa mengikuti field trip ke area Tani Modern. Dalam kegiatan ini, siswa mendapatkan pemahaman tentang proses awal budidaya kakao, mulai dari pengenalan tanaman hingga teknik pembibitan. Penjelasan yang disampaikan memberikan wawasan mengenai peran sektor pertanian sebagai fondasi penting dalam industri cokelat serta kaitannya dengan potensi ekonomi berbasis sumber daya lokal.
Selanjutnya, siswa memasuki tahap Mengaplikasi melalui serangkaian kegiatan praktik. Mereka mengikuti sesi Pecah Buah Kakao untuk mengenal struktur dan karakteristik buah kakao secara langsung. Kegiatan dilanjutkan di Cooking Class, di mana siswa mencicipi cokelat dari chocolate fountain sekaligus mempraktikkan pembuatan minuman cokelat. Aktivitas ini menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan pengetahuan, melatih kreativitas, serta membangun kerja sama dalam suasana belajar yang menyenangkan.
Tahap terakhir, Merefleks, dilaksanakan melalui sesi forum di Trinit Hall bersama Kak Rahman. Dalam sesi ini, siswa diajak meninjau kembali seluruh rangkaian pembelajaran yang telah dilalui. Diskusi berlangsung santai namun bermakna, membahas nilai-nilai yang dapat dipetik dari proses belajar, seperti kemandirian, keberanian mencoba, dan pentingnya mengambil pelajaran dari setiap pengalaman.
Melalui kegiatan Pembelajaran Mendalam ini, siswa SMAS Mardi Utomo Tarokan Kediri memperoleh pengalaman belajar yang lebih utuh dan bermakna. Perpaduan antara pemahaman konsep, praktik langsung, dan refleksi menjadikan Kampung Coklat sebagai ruang belajar yang mendukung pengembangan karakter serta cara berpikir siswa secara berkelanjutan.





