SMP Sepuluh November Sidoarjo Menggali Wawasan Industri Cokelat Lewat Edukasi Kontekstual di Kampung Coklat

Berita Education

Siswa-siswi SMP Sepuluh November Sidoarjo mengikuti kegiatan edukasi industri cokelat di Kampung Coklat pada 2 Februari 2026. Kegiatan ini dirancang sebagai pembelajaran berbasis pengalaman nyata yang mendorong peserta didik untuk memahami proses industri secara utuh melalui pendekatan pembelajaran mendalam.

Tahap Memahami diawali dengan pengenalan tanaman kakao sebagai bahan dasar pembuatan cokelat. Para siswa memperoleh penjelasan mengenai proses budidaya kakao, tahapan pascapanen, serta faktor penentu mutu biji kakao sebelum diolah. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke area pabrik cokelat. Pada sesi ini, siswa mengamati secara langsung alur produksi, mulai dari pengolahan biji kakao hingga menjadi produk cokelat, sekaligus mengenal peran mesin dan teknologi dalam industri pengolahan pangan.

Memasuki tahap Mengaplikasi, siswa diajak mengenali hasil olahan cokelat secara lebih dekat. Di Cooking Class, siswa mendapatkan pengalaman mencicipi cokelat dari chocolate fountain sebagai bentuk penerapan dari proses produksi yang telah dipelajari. Aktivitas ini membantu siswa mengaitkan konsep teori dengan pengalaman sensorik secara langsung, sehingga pembelajaran menjadi lebih konkret dan mudah dipahami.

Tahap Merefleksi dilakukan melalui kunjungan ke Chocolate Gallery. Di area ini, siswa mengamati berbagai jenis produk cokelat dengan variasi kemasan dan strategi pemasaran yang menarik. Melalui diskusi dan refleksi sederhana, siswa diajak menelaah kembali seluruh rangkaian pembelajaran, memahami hubungan antara proses produksi, kualitas produk, serta nilai jual dalam industri cokelat, sekaligus menumbuhkan wawasan kewirausahaan sejak dini.

Melalui kegiatan edukasi industri cokelat ini, siswa SMP Sepuluh November Sidoarjo memperoleh pengalaman belajar yang bermakna dan aplikatif. Pendekatan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi membantu siswa tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengembangkan cara berpikir kritis serta apresiasi terhadap proses industri yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts