SMAN 1 Gondanglegi Malang Mendalami Industri Cokelat Melalui Kunjungan Edukatif di Kampung Coklat

Berita Education

Pada 31 Januari 2026, siswa-siswi SMAN 1 Gondanglegi Malang melaksanakan kegiatan edukasi industri cokelat di Kampung Coklat. Program ini dirancang sebagai pembelajaran kontekstual berbasis pengalaman langsung agar peserta didik dapat memahami proses industri cokelat secara menyeluruh melalui pendekatan pembelajaran mendalam.

Tahap Memahami diawali dengan pengenalan komoditas kakao sebagai bahan baku utama cokelat. Para siswa mempelajari proses budidaya tanaman kakao, penanganan pascapanen, hingga faktor-faktor yang memengaruhi kualitas biji kakao. Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke pabrik cokelat, di mana siswa mengamati alur produksi serta penggunaan teknologi dan mesin industri dalam mengolah kakao menjadi produk siap konsumsi. Dari sesi ini, siswa memperoleh pemahaman utuh mengenai tahapan produksi dalam industri cokelat.

Pada tahap Mengaplikasi, siswa diajak mengenali bahan-bahan dasar pembuatan cokelat dan melihat hasil pengolahan secara langsung. Kegiatan di Cooking Class memberikan pengalaman nyata melalui aktivitas mencicipi cokelat dari chocolate fountain, sehingga siswa dapat merasakan langsung hasil akhir dari proses industri yang telah dipelajari. Pengalaman ini membantu siswa mengaitkan teori dengan praktik secara konkret.

Tahap Merefleksi menjadi bagian penting dalam rangkaian pembelajaran. Di Chocolate Gallery, siswa mengamati berbagai produk cokelat dengan kemasan menarik dan konsep pemasaran yang beragam. Melalui sesi refleksi dan diskusi, siswa diajak meninjau kembali pengalaman belajar, memahami keterkaitan antara proses produksi, kualitas produk, dan nilai jual, serta menumbuhkan wawasan tentang peluang pengembangan industri dan kewirausahaan.

Kegiatan edukasi industri cokelat ini memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi siswa SMAN 1 Gondanglegi Malang. Melalui pendekatan Memahami, Mengaplikasi, dan Merefleksi, siswa tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga mengembangkan cara berpikir kritis dan apresiatif terhadap proses industri yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Related Posts